Papua Kenapa Kau Menangis
Ini bumi tempat semua terjadi, mulai dari kelahiran hingga kematian tanpa ada banyak keadilan ku temu. Apabila sejarah berkata hidup adalah perjuangan, maka sampai hari ini lukisan sejarah itu tak berhenti. Perjuangan yang dimaksud sudah tidak sama dengan yang ku baca di buku legenda. Aku manusia sama dengan yang lainnya, tapi sesungguhnya kita tak sama. Lihat saja dirimu mulia ciptaan Tuhan tapi kelakuanmu tak mulia bagi yang juga sama mulia denganmu. Lantas kebanggaan apa yang dapat kau buat di bawah mentari bagi sang Maha Mulia?
Indah tanahku, indah pula roh yang mendiaminya. Kau tempat di panggilnya mentari tuk menerangi dunia. Ketika tirai malam mulai di buka, dia jauh di ujung barat, ku tatap seakan dia lemah di ujung fatamorgana. Sejauh dia pergi oh… wahai mentari pusaka dunia, hanya Negriku tempat kau berbabaring. Kata Mitos Yunani kau adalah Dewa dan kau berbaring di negriku, apakah negriku tempat berbaringnya para Dewa?. Sejak kau bangun, apakah kau nampak negriku? Katakan padaku apa yang ada di dalamnya? Katakan padaku apa yang kau jumpai di mata saudara/i ku? Legenda berkata, mitos mendengar. Bersama mereka menjaga surga kecil di ujung timur dunia. Cahaya dunia dimana-mana namun surya nirwana masih tetap ada untuknya. Dia elok, dia mempesona, dia alasan aku dilahirkan, dia adalah aku dan dia berkata bahwa aku juga adalah dia. Semua dunia tahu dia, dia gadis kecil yang memberi makan bangsa-bangsa. Semua kagum padanya, banyak yang jatuh cinta dan ingin memilikinya, namun mereka semua adalah penipu.
Ketika embun terakhir menetes dari daun kering, angin lembah datang memberi lembaran baru pada dunia, dewa-dewi menanti laporan hari ini, tapi ada satu laporan yang dari dahulu tetap sama, yakni dari ujung timur dunia. Maka lembaran yang di terimanya bukan lembaran kosong, melainkan di atas lembaran itu tertulis sebuah pertanyaan untuk di jawab. Pertanyaan yang melimpah dengan kasih, pertanyaan yang di tulis dengan tinta malaikat tertinggi dan di seduh dengan dawai kecapi surga, pertanyaan itu adalah….. Papua kenapa kau menangis???
*Suara Negriku, Ungkapan Jiwaku*
Alfons M Sroyer, 7 Juni 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar