Minggu, 06 Maret 2011

TENTU SAJA


Kini aku mau menari
Karena dalam legenda ada mentari
Dengan hati akan ku beri
Bagi yang merintih sambil berlari

Jiwaku penuh sorak
Kulit tubuhku berlapis perak
Aku bermegah laksana siput tak bercangkang retak
Meski sering aku di hentak
Oleh gejolak yang tak dapat di tebak

Dari dulu aku berkhayal
Berharap hidup ini tidak konyol
Lalu ku temukan secarik kertas dalam botol
Kata orang pantai itu rejeki
Kata orang laut itu harapan
Kata para pendeta itu berkat
Kata saudaraku itu tanggung jawab
Ku buka dan Ku baca
Ternyata dalam kertas itu adalah namaku
Ku tanya guruku
“Apa yang harus ku buat?”
Gurukupun bertanya
“Mengapa? Apa karena kau kecil?”
Jawabku
“TENTU SAJA”

Guruku berkata
“Tuhan memakai ikan paling kecil tuk menebas segala lumut dan parasit di atas punggung kura-kura yang agung, Begitulah dirimu terpilih tuk menebas sebongkah ratapan Anak Negri kerana kau bagian dari mereka”

Laksana seorang nabi
Diriku selalu terkejut
Bukan tuk berapi-api
Melainkan karena doa yang di rajut

Ijinkan aku bertanya
Pada para penikmat dan pemikat syair
“Benarkah yang lebih dahulu di hampiri malam akan lebih dahulu menemui pagi?”
Jawab mereka…
“TENTU SAJA”


                 Afons M Sroyer , 10 JAN 2011 *Awali dengan tanya, akhiri dengan Iman*

Sabtu, 05 Maret 2011

Resah Hati di Rangkul Harapan


Jiwa terisi penuh dengan nada-nada tembang cinta.
Perasaan yang dalam kian mencekam
melewati arus kerinduan yang semakin hari
kian merambat ke dalam jemari-jemari buta untuk memilikinya.
Hati terpaut, terkikis didingnya oleh aksara-aksara surga…
Oh… sungguh indah raut rupamu.
Jiwakupun tak tahan menahan gempuran pusaka
berbalut kasih yang terlukis di garis senyummu….
Sungguh aku terbawa arus asmara yang terus mengoyak nadiku
dalam gelombang resah yang aku tak tau kemana arahnya.

                                                                                                         Alfons ‘SR, *Terkagum dilembah sepi*

Kamis, 03 Maret 2011



Berguru kata
Coba-coba ku bermain kata
Oh… indahnyya melahirkan makna
Saat cinta datang melata
Ku mengangkatnya dengan kata…
Awal aku jadi karena kata
Kata ayahku pada ibuku jelita
Di dalam kata jagat raya tercipta
Termasuk kau dan aku yang dilanda cinta…
Andai tinta punya pena di dalamnya ada kata
Maka terciptalah realita di baris kata…
Tiap bait harus tertata
Itulah pesan kata yang membuatku sadar
Bahwa TUHAN mengajiriku lewat firman
Yang Sebenarnya adalah kata-kata…..

7 juli ’10 * insani dalam kata*

Tuhan ijinkan aku


Ijinkan aku melihat suryaMU
Ijinkan aku menelan segenggam maksudMU
Biarlah aku seperti kanfas yang berbingkai
Lukislah akudengan tinta surgaMU
Jangan aku merayap menggapai rembulan
Disenyapnya semak Tanya

Jangan aku redup Tuhan….
Jangan aku redup bagai pelita yang menjerit karena minyak
Jangan semua yang ku nyalakan disaksikan debu
Kelak hilang terbawa angin
Jangan aku di percik gelora dosa

Aku renung Tuhan…
Telah ku renung
Namun aku bingung di ujung relung…..

Ajarlah aku menangis
Ketika dunia mulai tertawa
Baharuilah aku seperti mentari yang kau terbitkan di waktu pagi