Kini aku mau menari
Karena dalam legenda ada mentari
Dengan hati akan ku beri
Bagi yang merintih sambil berlari
Jiwaku penuh sorak
Kulit tubuhku berlapis perak
Aku bermegah laksana siput tak bercangkang retak
Meski sering aku di hentak
Oleh gejolak yang tak dapat di tebak
Dari dulu aku berkhayal
Berharap hidup ini tidak konyol
Lalu ku temukan secarik kertas dalam botol
Kata orang pantai itu rejeki
Kata orang laut itu harapan
Kata para pendeta itu berkat
Kata saudaraku itu tanggung jawab
Ku buka dan Ku baca
Ternyata dalam kertas itu adalah namaku
Ku tanya guruku
“Apa yang harus ku buat?”
Gurukupun bertanya
“Mengapa? Apa karena kau kecil?”
Jawabku
“TENTU SAJA”
Guruku berkata
“Tuhan memakai ikan paling kecil tuk menebas segala lumut dan parasit di atas punggung kura-kura yang agung, Begitulah dirimu terpilih tuk menebas sebongkah ratapan Anak Negri kerana kau bagian dari mereka”
Laksana seorang nabi
Diriku selalu terkejut
Bukan tuk berapi-api
Melainkan karena doa yang di rajut
Ijinkan aku bertanya
Pada para penikmat dan pemikat syair
“Benarkah yang lebih dahulu di hampiri malam akan lebih dahulu menemui pagi?”
Jawab mereka…
“TENTU SAJA”
Afons M Sroyer , 10 JAN 2011 *Awali dengan tanya, akhiri dengan Iman*

dari semua yang ada dalam blog ni...yang satu ini yang z paling senang...paling andalan, TENTU SAJA!!!!
BalasHapusTrimakasih ade bagus...
BalasHapus