Jumat, 24 Juni 2011

Mendamba


Mendamba
Ketika indah terlukis di cakram rembulan
Ku bertanya ada apa di balik tirai sepi
Perlahan waktu melahap sisa masaku di penghujung malam
Tak lain yang ku renung adalah Cinta

Perjalanan ini terlalu panjang
Mengisahkan sosok seorang pertapa yang berbaring dalam kelambu hening
Tongkat yang menunggang hari-harinya
Kini melemah di relung tanya
Mungkin saja di luar sana banyak yang mencintainya

Alfons Sroyer, 21 Maret 2011 *Mandamba yang mencintai*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar