Minggu, 23 Juni 2013

Pesanku Untuknya



Pesanku untuknya
Berdayung di samudra malam yang sepi, aku tergoda oleh bisikan gerimis hujan yang memanggil tuk tetap terjaga. Terlalu banyak suara berdebat lembut sayup di benak. Mencoba tuk terlelap namun dinginnya malam kian merantai tubuh.
Termenung di beranda, ku nikmati malam yang tenang tanpa dia yang ku sayang, sedang menunggu ku datang meski usianya sudah petang.
Ruang sepi tempat ia berlutut menjadi saksi dari tiap bait doa yang terpanjatkan. Seruannya tak ku dengar, namun doanya selalu berdetak dalam jantung ku. Mendung yang selalu menghampirimu akan ku hapus dengan mentari yang ku bawa.
Kekarnya waktu memisahkan kita tahun demi tahun namun tak ada sesuatu apapun yang kan menjerat masa depan ku untukmu.
Angin lembah sangat menusuk tulang di keheningan malam, aku masih terjaga menulis masa depan untukmu. Setiap langkah yang ku tempuh selalu ku sertakan kau sebagai alasan, karena janjiku pada mu teguh meski kenyataan yang ditawarkan oleh hidup terus menyayat langkah ini. Setiap nafasmu selalu berarti untukku, karena hanya tanganmu yang ingin ku pegang ketika dunia berkata “Anak mu hebat bu..!!”


Bandung, 24 Juni 2013
Alfons M Sroyer *Takan lelah aku melanggkah untuk mu mama*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar