Pesanku untuknya
Berdayung
di samudra malam yang sepi, aku tergoda oleh bisikan gerimis hujan yang
memanggil tuk tetap terjaga. Terlalu banyak suara berdebat lembut sayup di
benak. Mencoba tuk terlelap namun dinginnya malam kian merantai tubuh.
Termenung
di beranda, ku nikmati malam yang tenang tanpa dia yang ku sayang, sedang
menunggu ku datang meski usianya sudah petang.
Ruang
sepi tempat ia berlutut menjadi saksi dari tiap bait doa yang terpanjatkan. Seruannya
tak ku dengar, namun doanya selalu berdetak dalam jantung ku. Mendung yang
selalu menghampirimu akan ku hapus dengan mentari yang ku bawa.
Kekarnya
waktu memisahkan kita tahun demi tahun namun tak ada sesuatu apapun yang kan
menjerat masa depan ku untukmu.
Angin
lembah sangat menusuk tulang di keheningan malam, aku masih terjaga menulis
masa depan untukmu. Setiap langkah yang ku tempuh selalu ku sertakan kau
sebagai alasan, karena janjiku pada mu teguh meski kenyataan yang ditawarkan
oleh hidup terus menyayat langkah ini. Setiap nafasmu selalu berarti untukku,
karena hanya tanganmu yang ingin ku pegang ketika dunia berkata “Anak mu hebat
bu..!!”
Bandung, 24 Juni
2013
Alfons M Sroyer
*Takan lelah aku melanggkah untuk mu mama*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar