Selasa, 11 September 2012

Warnai Dunia Dengan Menulis


Menulis? Sudah berapa banyak hal yang ditulis saat anda berusia sekarang ini? Atau anda hanya akan menulis ketika ada tugas yang diberikan oleh dosen, guru, atau pimpinan yang mengharuskan anda membuat suatu laporan? Pertanyaan-pertanyaan diatas bisa saja mendapat jawaban yang berbeda dan melahirkan satu pertanyaan lagi yakni “seberapa dalamnya hakekat menulis itu bagi anda?
Sebenarnya apa manfaat menulis itu? Menulis dapat membuat kita ahli dalam berbicara. Ada banyak penulis yang bila berbicara mereka sangat ahli, hal ini disebabkan karena penulis adalah orang yang tiada pernah lelah membaca. Semakin banyak ia membaca maka semakin banyak informasi yang dapat ia tulis karena dengan membaca, pikiran kita atau wawasan kita semakin luas, maka jangan heran bila penulis itu ahli dalam berbicara karena wawasan yang dimilikinya. Ada juga orang-orang terkenal yang menulis tanpa harus banyak membaca karena mereka mengandalkan inspirasi dan ilham yang dimiliki dan mereka juga ahli dalam berbicara, mungkin anda juga memilki kemampuan seperti mereka. Memang jarang kita memiliki kedua kemampuan tersebut sekaligus namun setidaknya bila kita juga adalah penulis maka kita juga memiliki standar yang dibutuhkan dalam menyampaikan informasi yang tepat dan benar secara lisan maupun tulisan . Selain menulis dapat membuat kita ahli dalam berbicara ternyata ada banyak hal yang membuktikan bahwa menulis dapat membuat kita abadi.  
Mungkin saja saat ini banyak dari kita yang belum menyadari pentingnya menulis, padahal menulis itu dapat membuat kita menjadi abadi meski akhir setiap karir manusia adalah kematian. Sebut saja para penyair terkenal yang terus abadi dengan karya-karyanya seperti Charil Anwar sastrawan Indonesia yang terkenal dengan puisinya  berjudul AKU yang bertema Pemberontakan dari setiap bentuk penindasan atau sastrawan Libanon Khalil Gibran, salah satu puisi terkenalnya yakni Sayap-sayap Patah yang mengisahkan kasih tak sampai, disamping itu yang paling kita ketahui lagi yaitu tulisan para Nabi yang tertoreh dalam kitab suci. Mereka tetap hidup meski tubuh jasmani telah berbaring di liang lahat. Mereka adalah orang-orang hebat dan juga penulis hebat. Kita bisa saja berkata “saya tidak mungkin abadi seperti mereka lewat tulisan karena mereka penulis hebat”, lalu bagaimana bila kakek anda pernah menulis tentang ayah anda, atau menulis tentang sejarah keluarga anda lalu anda membacanya setelah ia telah tiada sejak dua puluh tahun lalu? Anda larut dalam bacaan itu, imajinasi anda mulai bermain dalam ruang waktu tanpa anda sadari anda telah membuat orang yang menulis cerita itu seolah-olah dia hidup dan sedang bercerita dengan anda. Orang-orang itu hidup dalam karya-karyanya, apa yang mereka tulis abadi dalam dalam hati dan hayalan para pembaca Inilah yang dimaksud dengan menulis dapat membuat kita abadi. Apa yang anda tulis mengungkapkan seperti apa diri anda. Lantas apa syarat-syarat untuk menulis? Terlalu banyak cara yang diungkapkan menjadi syarat untuk menulis, padahal syarat menulis itu hanya ada tiga yakni Menulis, Menulis dan Menulis! Kalau seperti itu maka apa yang sebaiknya ditulis? Harus dimulai dari mana?
Apabila kita ingin menulis buku mungkin hal itu terlampau jauh di pikiran, bagaimana mungkin bisa menulis buku sedangkan membuat tugas menulis dengan seribu kata saja susah, ditambah lagi bila tidak menemukan inspirasi untuk menulis sebuah buku. Eko Prasetyo seorang penulis buku berjudul Kekuatan pena dalam bukunya itu berkata bahwa dalam satu tahun terdiri dari 365 hari. Bila kita mau menulis satu lembar saja untuk sehari maka kita mampu menulis satu buku dengan 365 halaman dalam waktu 1 tahun, pertanyaannya apa yang ditulis? Yah itu tergantung diri kita sendiri. Mengutip kata-kata Muhamad Natsir “Mulailah dari apa yang ada. Sebab yang ada itu lebih dari cukup untuk memulai”. Punya cerita lucu, inspiratif, atau bahkan yang biasa saja? Tulislah!. Karena yang biasa di mata kita belum tentu biasa di mata pembaca.  Bisa juga mulai menulis tentang apa yang dikerjakan tiap hari, unek-unek, atau bahkan curahan hati dengan membuat alur sedemikian rupa dan menjadikannya sebuah cerita yang menarik, anda tau buku diary? Bisa saja mulai dari situ. Bila kita menemukan nikmatnya menulis, mungkin saja tidak dalam 1 tahun 365 lembar itu jadi, bisa dalam 3 atau 5 bulan saja. Jangan ragu untuk menulis, “musuh terbesar kreativitas adalah keraguan pada diri sendiri” – Sylvia Plath (novelis Amerika serikat). 
Masih banyak manfaat dari menulis, masih banyak pula hal yang bisa ditulis yang tidak diungkapkan dalam tulisan ini karena anda akan menemukannya sendiri bila anda mau memulainya sekarang atau anda sudah menemukannya karena anda sudah memulainya. Ambilah kuasmu (pena) dan melukislah di kanvas dunia. Mari warnai dunia dengan kreativitas dalam menulis.



                                                  Penulis,

Nama: Alfons M. Sroyer
TTL: Biak, 15 Agustus 1988
Alamat: Asrama Tingkat UNIPA Blok I (Metroxylon)
Mahasiswa Fakultas Sastra universitas Negeri Papua Angkatan 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar