Kamis, 22 September 2011

Suara hati di kala senja

Suara hati di kala senja

Kian terasa di ujung timur
Mentari pulang di selaput senja
Ombak bergumul di pintu samudra

            Tinta emas mewarnai pelataran laut
            Unggas pun pulang ke tempatnya dengan siulan bak tudung membungkus permata
Menutup hari ini dengan gelap untuk dibuka di esok hari
Ketika kau dan aku terbangun untuk menikati karya Tuhan di hari yang baru

Aku pengelana sepi, penggores cinta di dinding alam
Mencintai setiap orang meski bertemu kelam
Hingga ketika hari lemah di telapak malam
Lahirlah syair sebagai lantunan hati anak negeri di kelembaban surga Papua


*Cinta ku pada alam tak terbenam*, Alfons M. Sroyer, 13 Agustus 2011



Tidak ada komentar:

Posting Komentar